Cara Mengendalikan Emosi

Hy Readers🙂 !!

Aku lagi sebal aja hari ini. Mulai dari waktu sekolah sampai di rumah pun rasa kesal itu nggak hilang-hilang, malah semakin menjadi-jadi waktu malam hari. Saking kesalnya aku sampai-sampai satu rumah kena imbasnya, haha😀

Aku memang punya masalah dengan mengendalikan emosiku yang sering turun naik tak menentu setiap kali aku ingat hal-hal baik yang menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, memalukan, maupun dari masalah pribadi yang sedang aku hadapi, membaca, mendengarkan, atau membayangkan.

Kalau sudah begitu, pikiranku bakalan semrawut sampai ke mana-mana, berbagai spekulasi muncul dikepalaku, aksi protes dari dalam hati, tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, dan ujung-ujungnya pasti mau nangis.

Untuk itu aku googling bagaimana cara untuk mengendalikan emosiku ini, dan aku beruntung karena menemukannya, meskipun aku rasa masih kurang.

Buat kalian yang punya masalah mengendalikan emosi yang sama sepertiku, kalian bisa mencoba mengendalikannya dengan cara-cara di bawah ini:

 

1. Perasaan – perasaan yang dialami seseorang umumnya bersumber dari pikiran.
Ketika seseorang berpikiran negatif perasaan orang tersebut cenderung menjadi negatif. Sebaliknya ketika seseorang berpikiran positif, perasaan orang tersebut cenderung positif.
Jadi mengendalikan pikiran adalah langkah pertama untuk mengendalikan perasaan.

2. Biasakanlah memberi kesempatan kepada pikiran untuk mengambil keputusan.

Semakin seseorang mahir menyerahkan keputusan kepada pikiran, maka semakin sehat emosinya. Itu adalah kondisi ideal dimana akal yang mengendalikan perasaan, bukan perasaan yang mengendalikan akal.

3. Emosi negatif adalah sinyal bahwa ada yang tidak beres dalam diri seseorang.

Ketika suasana hati menjadi tidak nyaman, cobalah menerangkan dengan berdoa, menemui sahabat untuk berbagi perasaan (Curhat), beristirahat, mendengarkan musik atau apa saja yang disukai.

4. Pertanyakanlah dengan kritis perasaan-perasaan negatif yang dirasakan.

Misalnya, apakah masalahnya terlalu berbahaya sehingga seseorang ketakutan? Atau apakah masalahnya begitu gawat sehingga seseorang harus marah besar?

5. Pertanyakanlah dengan tegas keyakinan-keyakinan yang salah.

Misalnya: siapa bilang kegagalan itu suatu kebodohan? Siapa bilang masalah yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya? Dan siapa bilang kita tidak mampu memaafkan?

6. Kendalikan reaksi anda terhadap situasi yang tidak menyenangkan.

Misalnya ketika ada yang menyalip motor dengan tiba-tiba, anda bisa memilih untuk marah atau memilih tetap tenang yang pertama bisa membuat anda jadi orang yang reaktif dan emosional, tapi yang kedua mengajarkan anda menguasai diri dengan baik.

7. Perasaan bukanlah masalah benar atau salah.

Manusiawi sekali-sekali memiliki perasaan takut, marah, sedih dan kecewa. Yang penting kita tidak larut dalam perasaan-perasaan negatif itu dan tidak mengambil keputusan-keputusan penting di saat suasana hati sedang kacau.

8. perasaan yang negatif dan suasana hati yang buruk bisa jua disebabkan oleh kondisi tubuh yang tidak sehat. 

Kita bisa saja merasa “BETE” ketika film, stress, kurang flu, stress, kurang tidur, capek dan sebagainya. Kita tidak perlu mencemaskan perasaan-perasaan yang tidak nyaman dan bersifat sementara tersebut, sering kalilah melakukan tindakan-tindakan sederhana yang bisa mengubah suasana hati.

9. Hidupkanlah perasaan-perasaan yang menyenangkan sesering mungkin termasuk untuk hal-hal yang kita inginkan tercapai atau terjadi. 

Misalnya: perasaan gembira ketika anak kita akan di wisuda ketika mendapatkan hadiah, ketika akan bertemu dengan seseorang yang dicintai atau dinanti, ini adalah salah satu cara mengerahkan emosi untuk membantu mewujudkan impian menjadi kenyataan.

10. Belajarlah mengucap syukur dalam segala keadaan.

Hati yang penuh dengan ucapan syukur akan membuat hidup lebih ringan, pikiran lebih jernih dan perasaan lebih nyaman. Sehingga mengendalikan perasaan bukan lagi beban yang berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s