Angklung Mission to Beijing

Gambar

Konser permainan alat musik tradisional Indonesia angklung yang diselenggarakan di Beijing, China, dua hari silam memecahkan rekor dunia. Hal tersebut setelah melalui 12 penilai akhirnya masuk dalam Guiness Book of Records Charles Watson.

Melalui rilis, Duta Besar Republik Indonesia untuk China dan Mongolia, Imron Cotan mengatakan bahwa kegiatan ini selain memperkenalkan budaya Indonesia juga akan mempererat hubungan Jakarta-Beijing.

“Kami ingin menunjukkan salah satu kebudayaan tradisional Indonesia, melalui konser angklung ini sekaligus berbagi dan mempererat hubungan masyarakat kedua bangsa,” kata Imron seperti yang dirilis, Selasa (2/7).

Konser angklung ini diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) dengan pemain angklung hingga 5.393 orang bertempat di stadion Buruh, Beijing. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan rekor yang dicatat sebelumnya.

Orkestra angklung ini dipimpin Daeng Udjo yang memainkan sejumlah lagi seperti lagu daerah Indonesia Manuk Dadali, lagu Mandarin Yueliang Daibiao Wo De Xin dan lagu We are the World.

Para pemain orkestra angklung tersebut berasal dari para pelajar, wakil sejumlah perusahaan China seperti ZTE, para peserta didik Universitas Pertahanan China dan warga Tionghoa-Indonesia yang sempat lari dari Indonesia dan menetap di China hingga kini serta berbagai kalangan masyarakat setempat.

*******

“Wo Ai Ni, Angklung”Jadi Topik Hangat di Beijing

Selama pekan ini, ‘wo ai ni, angklung’ atau ‘aku cinta padamu, angklung’ menjadi kalimat yang tak asing lagi di kalangan masyarakat lokal maupun asing di Beijing, China. Hal ini merupakan dampak kesuksesan Pemerintah Indonesia dalam menyelenggarakan pagelaran angklung terbesar, yang secara resmi diakui oleh Guinness World Records, dengan jumlah partisipan mencapai angka 5.393.

Selama pekan ini pula, KBRI Beijing menerima banyak permintaan, yang menyampaikan keinginan masyarakat di Beijing, dari berbagai kalangan, baik dari asosiasi seni, huaqiao (returned overseas Chinese), Universitas, Sekolah Menengah, serta masyarakat umum, yang menginginkan untuk dapat memiliki satu set angklung, bahkan mereka bersedia membeli untuk mendapatkannya. Permintaan tersebut tidak dapat semuanya dipenuhi, karena 10.000 buah angklung yang merupakan sumbangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, telah dipergunakan pada saat pagelaran dan dihadiahkan sebagai kenang-kenangan kepada semua partisipan yang hadir.

Kesuksesan KBRI Beijing bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) tersebut. tidak telepas dari dukungan berbagai pihak, baik pemerintah maupun organisasi non-pemerintah dari Indonesia maupun Tiongkok, antara lain: Kementerian Sekretariat Negara RI; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI; Kementerian Luar Negeri RI; Kementerian Luar Negeri RRT; Kementerian Kebudayaan RRT; Kementerian Keamanan Umum RRT; Kementerian Pendidikan RRT; Pemerintah Kota Beijing; APKASI; dan ASEAN China Center.

Sedangkan pihak swasta Indonesia dan Tiongkok yang telah mendukung kesuksesan pagelaran ini baik materi, tenaga, maupun  ide-ide kreatifnya, antara lain: Asia Pulp and Paper Group (APP); ICBC Indonesia; BCA; Kapal Api; ICGF; Artha Graha Peduli; Garuda Indonesia Beijing; House of Indonesia; PT IndoChin International; Made in Indonesia Shanghai; Huawei; ZTE; Bank Mayapada; Julong Group; Djarum Foundation; China Highland Capital Management; PT Bangun Marga Sarana; Shanghai Construction Group, serta berbagai pihak lainnya baik kelompok maupun pribadi, yang sebagian diantaranya tidak ingin identitasnya ditonjolkan.

Kerjasama dengan berbagai media RRT juga membawa dampak positif yang nyata, dimana pagelaran angklung ini telah diliput secara eksklusif oleh China Central Television (CCTV) Culture Express, China Radio International (CRI), China International Broadcasting Network (CIBN), dan China Daily.

****

Akhir-akhir ini sering banget nongol iklan BJB Angklung Mission to Beijing. Ketika aku dengerin lagu Tanah Air dari musik angklung ada rasa bangga dan terharu. Iklannya menumbuhkan rasa nasionalisme bagiku. Bangga banget rasanya di zaman yang modern ini masih ada orang yang peduli sama kesenian daerah warisan budaya.

Dan aku lebih bangga lagi kalau Generasi Bangsa Indonesia bisa menunjukkan kesenian budaya di mata dunia. Apalagi alat musik angklung sudah banyak yang tahu dan ingin dipelajari oleh orang luar, terutama Australia. Aku harap kedepannya Generasi Bangsa Indonesia bisa lebih mencintai dan mau melestarikan kesenian & budaya Indonesia. Jangan sampai gara-gara kita udah nggak peduli lagi, kesenian & budaya kita diklaim oleh negara lain *uhuk-uhuk*

 

Video Iklan BJB Angklung Mission to Beijing:

http://www.youtube.com/watch?v=Dyo3q-Kw0a0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s