Dilema Memilih Jurusan Kuliah

jurusan-kuliah (1)

Dilema memilih jurusan

Sebentar lagi Penerimaan Mahasiswa Baru akan dibuka. Semakin bingung pula bagi para calon mahasiswa baru untuk menentukan jurusan apa yang ia inginkan. Baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, PMDK, MANDIRI, ataupun jalur pendaftaran lainnya.

Hal ini pula yang tak luput membuatku kalut. Aku harus segera memutuskan jurusan apa yang akan aku pilih, karena tidak bisa sembarangan. Karena selama 4 tahun ke depan aku akan menjalaninya. Salah-salah mengambil jurusan, akan membuatku kelimpuhan, gusar, sampai stress selama kelulusan. Mulai dari tidak ada semangat belajar, materinya gak mudeng, banyak tugas lagi, belum lagi ujiannya, dan yang paling parah tugas akhir SKRIPSI dan SIDANG PENDADARAN *mengkerut*

Yang membuatku mengalami gejolak batin yang gak karuan adalah… Orang tuaku tidak setuju dengan jurusan pilihanku, tepatnya ragu-ragu akan prospek kerjanya, apa aku bisa sukses atau tidak. Sementara orang tuaku pengin aku dapat pekerjaan yang pasti. Apalagi kondisi ekonomi orang tuaku pas-pasan dan harus menghidupi 4 orang anak, yang dua diantaranya akan masuk kuliah, dan yang dua lagi harus melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Jujur aku kecewa, karena pilihanku bertentangan dengan pilihan orang tuaku. Terlebih aku nggak tertarik dengan jurusan pilihan orang tuaku. Alasan yang kuat adalah aku nggak mudeng sama materinya dan aku kalah jauh dibandingkan orang tuaku. Selain itu aku memang gak begitu tertarik sama mata kuliahnya.

Kalian pasti sudah sering mendengar kata-kata, “Hidup adalah pilihan.” Kita berhak untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri, ingin menjadi apa kita di masa depan. Seharusnya tidak ada orang yang bisa mengatur hidupmu sendiri. Karena mereka bisa melanggar hak asasi manusia. (jiaahhh… melebar banget bahasannya sampai nyangkut PKN dan Hukum)

Tetapi, ada kata-kata pepatah yang dapat mematahkan pilihanmu sendiri, “Mungkin apa yang orang tuamu inginkan adalah yang terbaik untukmu. Karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya tidak sukses, ataupun menjadi pengangguran.” 

JENG JENG JENG!!! MAK JLEB!

Hayoo… pasti diantara kalian ada yang mengalami kan? Ngaku *todongpisau*

Kebanyakan orang akan mengalah setelah mendengar hal itu. Bagaimanakah denganku? TIDAK!! Aku tidak akan mundur dengan pilihan hidupku. Aku akan tetap mewujudkan keinginanku, aku akan mewujudkan cita-citaku yang telah terpendam oleh keinginan orang tuaku.

Lalu, bagaimana cara mewujudkan cita-citaku itu? Gampang-gampang sulit. Aku akan kuliah di jurusan pilihan orang tuaku, setelah bekerja dan mendapat gaji sendiri, aku akan kuliah lagi untuk mengejar cita-citaku!

Apa gak kelamaan? Apa gak ketuaan? Malu sama umur dong! Semua kata-kata itu tidak ada dalam kamus hidupku.

Aku akan tetap mewujudkan cita-citaku, tak peduli apa kata orang. Mungkin terlalu ribet, tapi aku percaya kalau Apa yang kita lakukan, walaupun sedikit, akan membuahkan hasil.

Lalu apakah ada cara lain selain itu?

Ada, kamu coba saja meyakinkan cita-citamu pada orang tua. Beri tahu alasanmu memilih jurusan itu, beri tahu bahwa kamu punya minat dan keahlian yang sesuai dengan jurusan pilihanmu itu, atau prestasi yang telah kamu raih.

Kalau masih gak bisa?

Cari beasiswa ketika kuliah supaya orang tuamu tidak menyesal dengan membiayai kuliahmu. Kalau kamu dapat beasiswa kuliah, orang tuamu bisa apa?

Semua cara sudah kucoba, tetapi hasilnya masih tetap gak bisa?

Rajin-rajinlah berdoa dan meningkatkan IMTAK pada Allah, karena sesungguhnya, “Disetiap kesulitan ada kemudahan.” dan ingat pula kata pepatah, “Banyak jalan menuju roma.”

InsyaAllah, kita semua bisa berhasil, Aamiin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s